…Elia sudah datang… tetapi orang tidak mengenal Dia, dan memperlakukan-Nya menurut kehendak mereka….
(Mat 17:12)
…What if God was one of us? Just a slob like one of us? Just a stranger like one of us, try to make His way home… back up to heaven all alone… nobody call Him on the phone… except for the Pope maybe in Rome…
(joan osbourne – one of us)
How do we treat others daily? Commonly, acuh adalah perlakuan yang biasa kita terapkan untuk stranger, untuk org yang kita anggap ‘others’ or liyan. Jangankan stranger… we even treat someone that we know uncarelessly. Just because they’re not important for us, dan tidak mendatangkan keuntungan bagi kita. Xexexe. Face it, kita orang adalah makhluk yg oportunis, dan full of pamrih. Do something, krn kita anggap itu menguntungkan, sadar ato tidak.
Dan berkaitan dengan 2 quote di atas, kita cenderung berpikir dalam koridor berpikir kita sebagai manusia. Uda mematok bahwa segala sesuatu yg kita pahami selama ini, gambaran yang terbentuk selama ini adalah mutlak. Gag ada ruang sama sekali bagi bentuk dan gambaran lain. Dulu orang berpikiran bahwa bumi itu datar. Sama sekali gag terpikir bahwa bumi itu bulat. Dan yg berpendapat bulat langsung dianggap bid’ah. Orang berkata mawar itu merah… dan jika ada bunga warna biru, berarti jelas bukan mawar. (Padahal it’s a possibility, n it is exist : mawar biru). Orang berkata malaikat itu ‘tergambarkan’ sebagai sosok yg berwibawa, suci, transparan, dengan jubah putih yg melambai2, turun dari langit dengan berkendara awan kinton (???!), menawan, cemerlang, rupawan, dan bersayap… hehehe…. (Dewi lestari gituw…)
Benarkah?
Tuhan juga diidealkan sebagai sosok yg unreachable, on His heavenly throne… n sumtimes walking down to earth with a thousand guardian line up behind Him n the society on earth just line up, n trying hard to reach His sleeve… Tuhan yang berjubah, yg mighty.. powerful… ? ah ya… Gag ada yg salah dengan gambaran ituh.
Tapi mungkinkah Ia kadang2 berbaju biasa? Kadang2 menjelma sebagai common people, a completely stranger person, yg butuh bantuan kita, dan juga yg membantu kita?
I do believe it. He’s everywhere. Tapi tidak kemudian kita trus menganggap setiap orang sebagai Tuhan… but as we hold a thought that God might be a stranger among us, bahwa Dia di tengah2 kita, bisa jadi trigger bagi kita untuk bisa lebih open-minded.., untuk berbuat lebih baik. Treat everybody equally, in proper. Ga semena2. Caring others. Make this world the whole lot better. Karena apapun yg terjadi, kita siap untuk membantu. Dan terbuka untuk dibantu. Setidaknya bisa membantu kita untuk lebih memahami orang lain.
Intinya adalah open ur mind. Dan satu lagi : tidak selamanya kita benar dan tidak semua hal sesuai dengan idea kita. They all are developing. N so must we. Sekarang bumi itu bulat. Besok? Masih tetep bulat, diyakininya… but don’t let go off thought that there might be a teeny tiny slight of chance that we’re all wrong all this time… (mungkin gag ya dgn semua poto2 luar angkasa ituh??) or, mungkin pada suatu saat tyt bumi tiba2 jadi lonjong karena terus berputar? (halah… xexexexe)
Eniwe…
Seorang suci sedang melakukan rutinitasnya berdoa malam seperti biasa. Tiba2 terdengan sirine, dan orang berlari2an karena dikabarkan akan terjadi tsunami… air laut telah naik dan mencapai dataran, dan akan segera menyapu habis kota… Sang orang suci keluar, dan dilihatnya orang2 panik dan berusaha menyelamatkan diri… ada yg mempersiapkan perahu, atau naik kendaraan untuk menuju tempat yg lebih tinggi. Orang2 berteriak padanya, “mari bapa… ikut kami. Kami ada kendaraan, mari kita menyelamatkan diri kita” Sang orang suci bergeming… dia berkata… “tidak.. Tuhan akan menyelamatkanku. Pergilah kalian.” dia masuk kembali ke rumah ibadah dan naik sampai ke lantai 2.
Air datang sampai hampir mencapai lantai 2… ada satu perahu berisi satu keluarga datang mendekat… dan kepala keluarga berteriak pada sang orang suci.. “ Bapa… ikutlah kami, naiklah dalam perahu. Selamatkanlah dirimu..” Tapi sang orang suci ganti berteriak, “Tidak terima kasih… Tuhan yang akan menyelamatkanku.” Dan ia pun naik sampai di atap.
Air terus meninggi… orang2 sudah menyelamatkan dirinya masing2… dan datanglah kembali perahu berisi tim penyelamat. Mereka mendengar ada seorang suci yg masih tertinggal di lokasi air bah. Mereka pun mendesak sang orang suci naik ke perahu. Tapi sang orang suci berkata “ Tidak… aku yakin Tuhan akan mengirimkan perahu, atau datang sendiri untuk menyelamatkanku. Kalian pergilah selamatkan orang lain dulu…”
Air menenggelamkan rumah ibadah itu, bersama dengan sang orang suci. Meninggallah ia. Dan ketika sesampainya di surga, dia berkata dengan sedikit protes kepada Tuhan : “Tuhan, kenapa Kau tak menyelamatkanku? Aku sudah percaya kepadaMu, aku percaya Kau akan datang menolongku. Di mana Engkau ketika aku membutuhkan bantuan dan berteriak minta tolong padamu?”
Jawab Tuhan : “Ah… Aku datang menolongmu dan mengirimkan perahu sebanyak 3x, tapi kau terus menolakKu. Apa lagi yang harus Kulakukan?”
God works thru an angel hand… and that angel is faceless… u’ll never know, never can predict how who when n why…