Archive for June, 2007

one tone

Posted in Uncategorized on June 9, 2007 by josephina

“Toning mbak… plus cuci blow..”
“Warna apa ya mbak?”
“item ajah..”
“Blue black, ato item sedikit maroon mbak?
“ngg… item aja bisa kah?
“black ya mbak.. bisa.. silakan.. (sambil ngutak atik rambut n siap2 siap) …. gag mau coba warna lain mbak? ini sekarang lagi model warna2 burgundy, ato warna kaya maia ahmad.. kayanya mbak cocok deh kalo diwarnai kaya gitu..”
“nngg… item ajah de mbak… saya emang lagi pengen item niy, biar bersih.. lagian ni ujung2 rambut saya kan uda mule merah”

(sambil buka2 buku n contoh2 cat warna rambut merk terkenal ituh). Ada terpampang di situ contoh potongan2 rambut dengan bermacam warna dari super light sampe the darker one.. *gag ada black. Ada juga blue black. Dan tertulis besar2 di situh sebuah slogan : ‘warnai rambutmu, tunjukkan kepribadianmuh…’ or sumtin like that.

xixixixi… dalam hatiku ketawa..
lha, kalo kepribadianku emang pengen rambut itam, gimana dunk? Secara di situ gag ada contoh cat rambut itam, apakah berarti diriku tak berkepribadian? Dan kalo emang aku harus memilih satu dari warna2 itu tertuang di rambutku, apa tu gag berarti aku mengingkari kepribadiankuw?
xexexexe….
Ato mungkin aku aja yg aneh yak… secara biasanya yg ngecat rambut item tu biasanya mamimami or papi2 yang uda beruban kali ye…
eniwe.. black is da best lah..

girl power, gitu..

Posted in Uncategorized on June 9, 2007 by josephina

Suatu hari waktu iseng2 baca kitab Perjanjian Lama aku menemukan satu hal yg menarik. weits.. elok gag tuw, iseng2 bacaannya bible.. *lagi keabisan bahan bacaan soale.. xixixixii ^devil^..

Eniwe, Old Testament said that night that man are destined to be powerful against woman.  Sabda pertama Allah kepada Hawa : “Engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu”

Yah, even bible pun menegaskan hal patriarkhis semacam ini. Suatu hal yang mengecewakan pasti, buat gerakan feminisme yang menuntut kesetaraan gender. N I dunno to say eniwe. Karena dari dulu tentang kekuasaan atas perempuan ini bukanlah masalah buatku. In fact, aku justru mendapati diriku membutuhkan pertunjukkan kekuasaan itu dari lelaki yang kucintai. Jika ia bisa menguasaiku…. Then I’m all his… ^^

Dats I guess… why my-now-ish-man really got me on my knees. He has some kind of power yang merasukiku deeply. Ada kekuasaan tak kasat mata yang tergenggam di tangannya, which I can’t explain.

Kurasa juga, ini yang menyebabkan kenapa dalam memilih pasangan hidupnya perempuan lebih mencari seseorang yang bisa jadi imam baginya, bisa membimbingnya menjalani hidup. Meanwhile, lelaki pun memilih pasangan hidup di mana dia bisa merasa superior terhadap pasangannya. Naluri dasar lelaki adalah memimpin, menguasai, menanggung, lebih tinggi. Padahal, recently… we know that many women are a lot stronger n powerful than man is, so…? Guess that’s explain many intrigue happened in a family that the husband are more inferior than his wife.

Hehe, n my mom have warned sumtin bout this many times…

She said, “Carilah yang seimbang jenx, dari segi apapun. Brain, skill, soul, n also raise… bukannya materialistis… for ur own sake, to prevent any damages in ur future life caused by unbalancing situation…” (hehe.. khas ortu bangget yaw..)

Haha… tp kurasa, ketidakseimbangan bukanlah harga mati. Tergantung pada cara pandang kita memandang diri dan pasangan. Kl dr awal sudah didikotomikan dan didengungkan, aku lebih tinggi dia lebih rendah, ato dia tinggi aku rendah, I guess itu bakalan tumbuh jadi kanker ganas yang merusak segalanya. Kl emang tau gag seimbang, why don’t we try to make it balance? Or at least, memvisi bahwa aku dan dia seimbang? Hehehe….

Fur me… gag masalah ituh.. posisi or kondisi sapa yg lebih tinggi, yg penting bisa memposisikan diri ajah, kapan musti di atas n kapan musti di bawah.

tak tahu mengapa…

Posted in selintas pikir... on June 5, 2007 by josephina

Tak ada yang kebetulan 

Semua sudah digariskan

Daun jatuh ke muka bumi pun pasti seizin Allah
Manusia tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dimasa mendatang
Hanya Allah yang maha tahu”

Jalani apa adanya… hmm…