Archive for March, 2008

kesedihan yang berlarat

Posted in kinanti on March 31, 2008 by josephina

—–

masih berduka

waspadalah… waspadalah….

Posted in discuss on March 13, 2008 by josephina

Kali pertama percobaan ituh terjadi di halte B.H. Adu mulut antara seekor korban dan dua capencopet pun tak terelakkan terjadilah. Karena si korban keburu melihat dompetnya berada di tangan seorang pencopet yang bertubuh pendek itu. Fakta di TKP : korban memakai ransel yang digendong di punggung (mau berangkat fitness, pukul 18.00 hari kerja, pencopet terdiri atas 2 orang yang diam2 membuka risluiting ransel korban)

Kali kedua, korban yang sama, yang tak kapok2 ini sedang akan berangkat kerja pukul 06.30 di halte S. Masih dengan tas ransel, meski tas ransel yang berbeda. Kali ini yang dibuka bukan risluiting ransel yang depan, tapi layer kedua, yang kebetulan berisi laptop yg terbungkus erat di lampinnya… (susah kali ya, mo ambil laptop… J)Korban baru menyadarinya ketika di dalam busway ada orang yang berkata.. mbak.. tasnya kebuka tuh. Untung gag ada yg diambil…

Kali ketiga.. masih tak kapok jua, (dengan pikiran yang penuh oleh agenda kerja hari ituh) korban melintas lagi di halte S, dengan menggendong tas yang sama di punggungnya. Tapi kali ini… korban merasa ada gerakan2 aneh yang membebani tas punggungnya. Menolehlah dia… dua orang laki2 lusuh berjalan sangat dekat di belakangnya, tapi ketika korban menoleh, mereka langsung berjalan cepat. Refleks si korban meraba risluiting tasnya, benaarrrr…. Terbuka… (tapi isi masih utuh… fiuhhh… J) Heran de, padahal di situ rame orang2 pada jongkok jualan, n nobody’s give a warn to me (eh, her.. maksutna)… biyuh biyuh.

Kali keempat.. korban sudah kapok, n akhirnya selalu berusaha bawa tas laptop digendong di depan, meski jalannya agak susah kaya orang hamil, n gag ada cantik2nya blas, tapi ya biarlah.. eeehhh…. Masih di halte S. yang sama, jam sama pula, jauh di depannya, ada seorang mas2 dipepet dua orang lagi. N kedua begundal sialan itu jelas2 menggerayangi itu tas ransel si mas2. Untunggg… si masnya cepet sadar.

Hehe.. jadi… tips n trik aman jalan di halte busway (terutama di saat traffic jam) adalah

  1. hindari tas punggung, kalo tepaksanya bawa laptop, mending pake tas selempangan
  2. kalo harus bawa tas punggung, gendong di depan
  3. awasi oknum2 yang suka duduk2 di rail jembatan, biasanya mereka berdua. Penampilan biasa2 saja, gag necis, agak lusuh, kadang pake topi, n gag bawa tas ato dompet ato apapun aliyas lenggang kangkung

waspadalah… waspadalah…

kepada seorang teman

Posted in kinanti on March 3, 2008 by josephina

Sebuah kesempatan yang hilang di bawah telapak tanganmu, teman.

What can I say? Selama ini ia selalu berputar2 di sekelilingmu. Kadang begitu dekatnya sampai kulitnya hampir menyatu dengan kulitmu… berhasrat, bertanya, berharap, menawarkan, berkompromi, mentolerir.. menusuk, melukai, dan sekaligus terluka. Tapi kau tetap bergeming, merasakan hasrat, harap, dan impian yang sama.. tapi tetap bergeming.

Benci dan cinta memang terkadang memakai topeng yang sama. Ah, tapi apalah artinya itu? Kenapa kau harus bertanya2 makhluk mana yang tersembunyi di balik topeng itu? Tidakkah kau berpikir bahwa sebuah ungkapan perasaan yang jujur dan tulus justru akan menyingkapkan topeng itu sehingga terlihat makhluk apa yang ada di baliknya?

Dan kini…  Terlukalah.

There’s no turning back.

Tak ada gunanya menyesali waktu yang begitu panjang untuk menyadari betapa berartinya kesempatan itu.  Akuilah kepengecutanmu. And it’s time to start it all over again, with a different better way, of course.

 

>> kepada seorang teman.